Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan

Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan.
Semakin banyak ia melihat, semakin sedikit ia berbicara.
Semakin sedikit ia berbicara, semakin banyak ia mendengar.
Mangapa kita tidak seperti burung hantu yang bijaksana itu?
(Edward Hersey Richards)

Saya melihat seorang pemecah batu sedang memukul sebongkah

Saya melihat seorang pemecah batu sedang memukul sebongkah
batu padas sampai seratus kali tanpa kelihatan retak
sedikitpun. Tapi, pada pukulan ke seratus satu kali, batu
itu pecah menjadi dua.
Saya tahu bahwa bukan pukulan yang terakhir itu yang membelah batu, tapi semua pukulan yang
sudah dilakukan sebelumnya. (Jacob Riis)

Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya

Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila
kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang.
Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya
bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila
kalah. (Eric Berne)

Semakin tua, semakin aku menyadari dampak dari sikapku

Semakin tua, semakin aku menyadari dampak dari sikapku terhadap
diriku sendiri. Sikap, menurutku, lebih penting daripada fakta,
lebih penting daripada masa lalu, daripada pendidikan, daripada
uang, daripada lingkungan, daripada kegagalan, daripada
keberhasilan, daripada apa yang orang lain pikirkan, katakan,
atau lakukan. Lebih penting daripada penampilan, hadiah,
ataupun ketrampilan. Sikaplah yang membangun atau menghancurkan
perusahaan, rumah ibadah, ataupun rumah. (Charles Swindoll)

Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya

Seorang pecundang tak tahu apa yang akan dilakukannya bila
kalah, tetapi sesumbar apa yang akan dilakukannya bila menang.
Sedangkan, pemenang tidak berbicara apa yang akan dilakukannya
bila ia menang, tetapi tahu apa yang akan dilakukannya bila
kalah. (Eric Berne)